FENOMENA PERILAKU OVERSHARING DI MEDIA SOSIAL DARI PERSPEKTIF PSIKOLOGI KLINIS
Kata Kunci:
Berlebihan Berbagi, Media Sosial, Psikologi Klinis, FenomenaAbstrak
Penelitian ini mengkaji fenomenologi perilaku berbagi berlebihan di media sosial dari perspektif psikologi klinis, dengan fokus pada pengalaman subjektif individu yang terlibat. Berbagi berlebihan, yang didefinisikan sebagai kecenderungan untuk mengungkapkan informasi pribadi yang sangat rinci atau sensitif secara daring, semakin umum di era digital. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi kualitatif, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam untuk mengeksplorasi motivasi, faktor psikologis, dan dampak yang dirasakan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kebutuhan akan validasi sosial, perasaan kesepian, kecemasan terkait identitas, dan keterikatan yang tidak aman berkontribusi secara signifikan terhadap berbagi berlebihan. Meskipun beberapa peserta melaporkan perasaan dukungan dan kepedulian, efek jangka panjangnya sering kali mencakup penurunan kesejahteraan mental, seperti kecemasan, depresi, dan isolasi sosial. Media sosial juga ditemukan berfungsi sebagai ruang untuk pembentukan dan ekspresi identitas, namun meningkatkan kerentanan terhadap penilaian sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa terapi perilaku kognitif dan strategi berbasis kesadaran dapat membantu individu mengatur emosi, mengelola identitas, dan mengurangi berbagi berlebihan dengan cara yang lebih sehat.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Hamzanwadi, Fathurrahman (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.








