Home Pernikahan Solusi Untuk Ikatan Suami Takut Istri (ISTI)

Solusi Untuk Ikatan Suami Takut Istri (ISTI)

Author

Date

Category

Solusi Untuk Ikatan Suami Takut Istri (ISTI)Solusi Untuk Ikatan Suami Takut Istri (ISTI)

Dalam sebuah kelompok kecil di keluarga pasti setiap anggotanya memiliki perannya masing-masing. Anak yang memiliki peran dan tanggung jawab mematuhi kedua orang tuanya, sedangkan ibu selain mendampingi suami ia juga bertugas untuk mengurus rumah. Ayah yang tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah saja, ia memiliki peran sebagai pemimpin dan pengambil keputusan yang bijak dalam keluarga. Namun jika dalam sebuah keluarga terdapat penyimpangan tanggung jawab yang dilakukan oleh salah satu anggota maka hal tersebut akan mempengaruhi peran dan perilaku.

Bahkan ada beberapa kasus dalam sebuah hubungan keluarga jika seorang suami tak mampu melawan istrinya, hal ini malah cenderung memberikan ketakutan terhadap mereka. Bahkan ada sebagian yang mengaku jika mereka menangis diam-diam karena rasa takut yang dihadapinya. Sebenarnya ketakutan terbesar dari mereka adalah jika pernikahan yang dibangun menjadi pernikahan yang gagal. Banyak dari para suami menyembunyikan perasaan tersebut dari orang-orang terdekatnya seperti tetangga atau teman kerja.

Apa yang menjadi penyebabkan seorang suami takut istri?

Mungkin sebagian dari kita merasa keheranan. Ayah atau suami merupakan sosok yang paling dihormati oleh anggota keluarga yang lain. Setiap sikapnya menggambar ketegasan, tapi bagaimana bisa sosok seperti tak tergambar pada ISTI? Ada beberapa alasan yang membuat mereka tak berani melawan istrinya, berikut ini merupakan penyebabnya :

1.      Malas untuk melawan, karena hal itu dapat merusak hari mereka

Pertengkaran atau adu argument sepulang kerja memang semakin merusak hari dan hubungan antara suami dan istri. mereka mengakui jika terkadang merasa takut untuk pulang dan menghadapi berbagai ceracaan sang istri. meskipun dalam hubungan pernikahan perdebatan adalah yang wajar namun bagi mereka itu sangat merusak hari-harinya dan karena itu mereka memilih untuk menurut daripada beradu.

2.      Kepribadian narsistik yang dimiliki oleh istri

Saat ini kita memang berada di era digital dimana sangat mudah mengakses dan mendapatkan teman dari jejaring media sosial. Fenomena ini tidak hanya diikuti oleh anak muda saja, para ibu-ibu terkadang terbawa oleh perkembangan zaman. Banyak dari kebiasaan istri yang memanfaatkan sosmed tidak hanya sekedar untuk menjalin pertemanan. Namun juga sebagai tempat curhat bagi mereka, terkadang beberapa dari mereka juga mencurhatkan permasalahan rumah tangganya di sosial media. Oleh sebab itu, terkadang beberapa suami engga melakukan hubungan intens dengan pasangannya saat dirasa muncul gejala narsistik dari istri.

3.      Sikap suami yang menyembunyikan masalah

Alasan  lain yang menjadi penyebab dari kenapa suami takut dengan istri adalah mereka yang menyembunyikan masalahnya dari istri dan orang terdekat. Mereka sengaja melakukannya karena mereka menggap sebagai harus tetap kuat dan tidak lemah. Sedangkan menangis adalah symbol kelemahan bagi beberapa orang. Mereka selalu kehabisan cara untuk melampiaskan perasaan yang dirasakan selain melampiaskannya keluar sehingga taka da anggota keluarga yang mengetahuinya.

Jadi wajar saja jika mereka memilih menyimpan ketakutannya dalam diri sendiri, bahkan teman dekat sekalipun tak bisa mengetahui itu.

4.      Merasa khawatir jika tak memiliki kemampuan untuk mengontrol emosi

Jika seorang suami sedang mengalami situasi perdebatan dengan istrinya dapat sebenarnya hal tersebut dapat menimbulkan stress dan kecemasan yang intens. Kemarahan yang diutarakan oleh sang istri menimbulkan sekresi pada hormone kortison dan adrenalin. Dalam kondisi tersebut seluruh tubuh mengalami perubahan kimiawi dan mencoba untuk mempersiapkan diri melakukan serangan atau kondisi krisis situasi. Hal itulah yang ditakutkan oleh para suami karena sangat memungkinan mereka lepas control terhadap emosinya dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

5.      Sumai merasa dirinya terjebak

Situsi yang merasakan tekanan dan beban pikiran terlalu lama dapat mempengaruhi kondisi mentalnya. Mereka cenderung akan terjebak dalam kondisi hubungan yang kasar dan tidak sehat, tentu saja hal itu membahayakan pada kondisi stress, kecemasan hingga depresi yang berpotensi besar dapat mereka alami.

6.      Rasa takut berasal dari apa yang dipikirkan suami

Sebenarnya masalah suami takut istri berasal dari pemikirannya sendiri. Sebenarnya rasa takut yang dialami dapat diatasi jika suami berani mengutarakan apa yang dipikirkan dan dirasakan. Tak ada salahnya untuk menyatakan argument karena bagaimanapun suami tetaplah kepala keluarga.

Solusi untuk mengatasi rasa takut terhadap istri

Rasa takut bila dibiarkan secara terus menerus tentu tidak akan membuat suami nyaman dalam lingkungan keluarga. Bukan hanya itu bisa jadi peran suami sebagai kepala keluarga akan bergeser dan digantikan oleh istri. ketakutan yang dialami oleh suami bukan sepenuhnya salah istri, bagaimanapun jika suami ingin mengalami perubahan dalam hidupnya dia harus melakukan sebuah tindakan.

Berikut ini merupakan solusi yang bisa diterapkan di rumah, simak penjelasannya di bawah ini :

a)      Cari tahu alasan atau penyebab dari ketakutan tersebut

Hal yang harus seorang suami lakukan adalah mencari tahu apa yang menjadi penyebab atau alasan anda kenapa takut terhadap istri? cobalah pikirkan kembali, apakah anda takut kemarahan pasangan, atau anda takut dengan tindakan kekerasan. Atau mungkin terdapat konflik yang berkepanjangan, tindakan pemerasan, merusak atau hal lain yang perlu anda cari tahu.

b)      Mulai berdiskusi dengan istri

Mungkin selama ini suamilah yang sering mendengarkan istrinya mengomel. Namun cobalah untuk memberanikan diri mengajak istri berdiskusi santai, cobalah utarakan apa yang anda inginkan dan begitupula sebaliknya. Lakukanlah obrolan dari hati ke hati tanpa ada unsur emosi, dengan begitu selain dapat menyampaikan maksud dari suami. Hal itu juga membantu membangun sebuah komunikasi yang baik antar keduanya.

c)      Mencari pertolongan dari pihak luar

Jika seorang suami telah mencoba obrolan dari hati ke hati namun hal itu tidak cukup untuk menyelesaikan masalah. Tak ada salahnya anda untuk meminta bantuan pihak luar. Kemarahan yang dimiliki oleh istri bisa juga merupakan sebuah watak yang sulit diubah atau bisa jadi disebabkan lain yang tak diketahui oleh suami.

Pihak luar yang bisa dimintai bantuan adalah teman dekat atau anggota keluarga yang anda percaya. Namun harus ada ketentuan jika anda memilih pihak luar, sebaiknya anda memilih pihak ketiga sebagai pihak yang netral.

Jangan sampai niat anda meminta bantuan malah menjadi memojokan posisi anda sebagai suami.

Konseling dengan professional

Jika dirasa anggota keluarga atau teman dekat tak membantu, tak ada salahnya jika anda meminta tolong kepada pihak luar yang berkompeten. Anda bisa memanfaatkan berbagai biro atau layanan konseling yang telah dibuka di berbagai tempat. Salah satu cara yang efektif untuk menangani kasus pernikahan adalah melakukan konseling. Selain konselor yang bersifat netral, dia juga akan bersikap professional dan bertanggung jawab atas masalah anda.

Suami yang tidak melawan waktu pasangannya marah bukanlah sebuah kesalah, karena ada saatnya suami menghargai dan mendengarkan pendapat istri. namun akan menjadi masalah jika suami merasa tertekan dengan kemarahan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Linda Barbara

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vestibulum imperdiet massa at dignissim gravida. Vivamus vestibulum odio eget eros accumsan, ut dignissim sapien gravida. Vivamus eu sem vitae dui.

Recent posts

Perbedaan Antara Fobia Dengan Trauma

Perbedaan Antara Fobia Dengan Trauma Baik fobia ataupun trauma merupakan hal yang membuat seseorang merasa cemas dan ketakutan yang luar biasa. Kedua kondisi tersebut juga...

Risiko Yang Dialami Oleh Psikolog, Saat Melakukan Konseling Dengan Kliennya

Risiko Yang Dialami Oleh Psikolog, Saat Melakukan Konseling Dengan Kliennya Sama seperti pekerjaan lainnya psikolog atau tenaga profesional kesehatan mental lainnya juga memiliki risiko setiap...

Meningkatkan Kadar Hormon Dopamin Tubuh Sehingga Merasa Lebih Bahagia

Meningkatkan Kadar Hormon Dopamin Tubuh Sehingga Merasa Lebih Bahagia Dopamin merupakan zat kimiawi dalam otak yang memiliki fungsi menyimpan memori dan mengatur gerak tubuh. Saat...

Putus Cinta Menimbulkan Masalah Kesehatan, Apa Saja?

Putus Cinta Menimbulkan Masalah Kesehatan, Apa Saja? Putus cinta memang meninggalkan luka, apalagi saat anda sangat menyayangi pasangan. dunia rasanya runtuh saat anda harus berpisah...

Hal Sederhana Yang Dapat Menghilangkan Stres

Hal Sederhana Yang Dapat Menghilangkan Stres Setiap orang tentu pernahmengalami stres, entah karena beban pekerjaan yang semakin besar, bertengkar dengan kekasih, mengahadapi masalah keluarga, bahkan...

Recent comments