Home Uncategorized Hati-Hati Dengan Self-Diagnosis, Yang Ternyata Membahayakan

Hati-Hati Dengan Self-Diagnosis, Yang Ternyata Membahayakan

Author

Date

Category

Hati-Hati Dengan Self-Diagnosis, Yang Ternyata MembahayakanHati-Hati Dengan Self-Diagnosis, Yang Ternyata Membahayakan

Seberapa sering anda mengutarakan kalimat judgmental seperti “Moodku sering berubah-ubah, jangan-jangan aku mengidap gangguan bipolar” atau “temenku kenapa sering mencuci tangan dan bawa hand sanitizer, jangan-jangan dia OCD” dan masih banyak lagi.

Tahukah anda jika semua kalimat diatas salah satu bentuk dari self-diagnosis. Meskipun terdengar sederhana namun self diagnosis ternyata menyimpan bahaya jika terus menerus dilakukan. Untuk pembahasan yang lebih jelas mengenai self diagnosis berikut penjelasannya.

Apa yang dimaksud dengan self diagnosis?

Self diagnosis adalah sebuah tindakan dimana seseorang mendiagnosis penyakit yang dideritanya, setelah mendeteksi gejala, tanda dan keluhan yang didapatkan dari media informasi. Saat ini sangat mudah bagi seseorang untuk mendapatkan melalui internet, terkadang hanya dengan membaca sebuah artikel seseorang menyakini jika penyakit tersebut yang saat ini menyerangnya. Padahal ada beberapa penyakit yang memiliki gejala dan tanda yang sama.

Untuk mendiagnosis sebuah penyakit seorang pasien harus beberapa kali menemui dokter untuk pemeriksaan, karena diagnosis didapatkan dari gejala, keluhan, riwayat kesehatan, riwayat anggota keluarga dan beberapa faktor lainnnya. Diagnosis yang sebenarnya hanya ditentukan oleh tenaga medis professional.

Saat anda mendiagnosis diri sendiri berdasarkan informasi yang didapatkan. Anda langsung menyimpulkan masalah baik itu gangguan psikologis maupun fisik. Padahal bisa saja dua orang dokter yang memberikan diagnosis berbeda pada satu pasien yang saman, karena itu memang tak mudah bagi tenaga medis untuk mendiagnosis penyakit yang diderita pasiennya. Oleh karena itu seorang tenaga medis harus mengetahui seluk beluk pasiennya agar mendapatkan diagnosis yang akurat.

Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 lalu menemukan jika diantara orang-orang yang mencari informasi terkait kondisi kesehatannya sendiri, hanya setengahnya saja yang pergi berkonsultasi dengan dokter.

Bahaya jika anda melakukan self diagnosis

Tindakan self diagnosis memang tidak baik bagi anda, untuk lebih jelasnya berikut ini merupakan dampak negatif yang didapatkan jika terus-terus mendiagnosis diri sendiri antara lain :

1.      Menimbulkan diagnosis yang salah

Seperti yang telah dikatakan jika ada beberapa penyakit yang memiliki gejala yang sama contohnya serangan panik dengan penyakit jantung, penyakit jantung disebabkan oleh penyumbatan darah pada daerah pembuluh. Sedangkan serangan panik dikarenakan meningkatnya zat kimiawi (adrenalin) sehingga jantung berdetak lebih cepat.

Terjadinya perubahan mood secara tiba-tiba selalu dikaitkan dengan ganggua bipolar atau sakit kepala yang sering dikaitkan dengan gangguan pada sistem saraf. Walaupun tidak sepenuhnya informasi yang didapatkan keliru namun tentu ini akan memicu adanya diagnosis yang salah. Bisa saja sakit kepala yang anda rasakan muncul karena tekanan darah tinggi yang tak terkendali.

Perubahan mood secara tiba-tiba dapat menandakan gangguan kepribadian ambang. Gangguan kepribadian dapat membuat seseorang kesulitan untuk bersosialisasi dengan lingkungannya.

2.      Memicu masalah kesehatan yang lebih parah lagi

Self diagnosis terkadang memicu komplikasi penyakit lain yang sebenarnya saat ini tidak anda alami. Contohnya anda mengalami insomnia atau stress dalam jangka waktu yang lama. Padahal hal tersebut belum tentu disebabkan oleh masalah kesehatan mental anda.

Namun karena informasi yang keliru anda menyakini jika itu merupakan gejala dari depresi dan gangguan tidur. Padahal sebenarnya hal itu tidak ada awalnya.

Mendiagnosis diri sendiri akan membahayakan diri sendiri, jika anda tidak dapat menyikapinya dengan cara yang bijak. Informasi yang harusnya bermanfaat bagi anda justru menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan.

Jika anda masih menyimpan pertanyaan atau kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di konselingpsikologi.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Linda Barbara

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vestibulum imperdiet massa at dignissim gravida. Vivamus vestibulum odio eget eros accumsan, ut dignissim sapien gravida. Vivamus eu sem vitae dui.

Recent posts

Perbedaan Antara Fobia Dengan Trauma

Perbedaan Antara Fobia Dengan Trauma Baik fobia ataupun trauma merupakan hal yang membuat seseorang merasa cemas dan ketakutan yang luar biasa. Kedua kondisi tersebut juga...

Risiko Yang Dialami Oleh Psikolog, Saat Melakukan Konseling Dengan Kliennya

Risiko Yang Dialami Oleh Psikolog, Saat Melakukan Konseling Dengan Kliennya Sama seperti pekerjaan lainnya psikolog atau tenaga profesional kesehatan mental lainnya juga memiliki risiko setiap...

Meningkatkan Kadar Hormon Dopamin Tubuh Sehingga Merasa Lebih Bahagia

Meningkatkan Kadar Hormon Dopamin Tubuh Sehingga Merasa Lebih Bahagia Dopamin merupakan zat kimiawi dalam otak yang memiliki fungsi menyimpan memori dan mengatur gerak tubuh. Saat...

Putus Cinta Menimbulkan Masalah Kesehatan, Apa Saja?

Putus Cinta Menimbulkan Masalah Kesehatan, Apa Saja? Putus cinta memang meninggalkan luka, apalagi saat anda sangat menyayangi pasangan. dunia rasanya runtuh saat anda harus berpisah...

Hal Sederhana Yang Dapat Menghilangkan Stres

Hal Sederhana Yang Dapat Menghilangkan Stres Setiap orang tentu pernahmengalami stres, entah karena beban pekerjaan yang semakin besar, bertengkar dengan kekasih, mengahadapi masalah keluarga, bahkan...

Recent comments