Home Uncategorized Gangguan Kesehatan Yang Disebabkan Oleh Patah Hati

Gangguan Kesehatan Yang Disebabkan Oleh Patah Hati

Author

Date

Category

Gangguan Kesehatan Yang Disebabkan Oleh Patah HatiGangguan Kesehatan Yang Disebabkan Oleh Patah Hati

Patah hati hampir semua orang pernah merasakannya, namun ternyata ada beberapa fakta yang mengejutkan seputar patah hati yang tidak banyak diketahui orang-orang. Setiap perpisahan kedua kekasih baik hubungan mereka cenderung singkat hingga beberapa tahun tentu memberikan luka tersendiri, bukan hanya itu ternyata patah hati dapat memicu gangguan kesehatan pada seseorang.

Terdapat beberapa penelitian yang menujukan patah hati dapat menyebabkan gangguan fisik yang nyata, bahkan sejumlah kasus yang cukup serius. Untuk lebih jelasnya berikut ini reaksi tubuh yang disebabkan oleh patah hati, simak penjelasannya di bawah ini:

Otak mengirim sinyal rasa sakit dan rasa rindu yang nyata

Perasaan galau atau kangen ternyata bukan hanya sebatas gurauan belaka. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2010 lalu dalam Journal of Neurophsyiology menjelaskan., saat seseorang dipaksa berpisal setelah menghabiskan sebagian hidupnya yang terbiasa dengan kehadiran sosok yang dicintai. Maka otak akan mengirim sinyal rasa sakit ke seluruh tubuh dan menimbulkan berbagai gejala withdrawal serius layaknya orang yang mengalami sakaw.

Penelitian ini melibatkan 15 orang yang baru saja mengalami putus cinta, mereka diminta untuk melihat foto mantan kekasih dan kemudian mengerjakan soal matematika. Lalu, proses tersebut diulang kembali, akan tetapi menggunakan foto relasi terdekat yang tak memiliki hubungan asmara apa pun. Maka hasil yang didapatkan dari pindai otak partisipan menunjukan area tertentu pada otak dapat memicu rasa sakit saat melihat foto mantan kekasihnya.

Putus dari kekasih terkadan mengabibatkan sakit kepala mencengkeram, hilangnya nafsu makan, mengalami susah tidur, hingga mata panda hal ini secara ilmiah dapat dibuktikan. Penurunan hormon dopamin dan oksitosin yang mengontrol suasana bahagia, diganti oleh meningkatnya hormon kotisol (hormon pemicu stres). Gejala fisik yang ditujukan pada seorang yang sedang patah  hati serupa dengan pecandu kokain.

Tubuh membangun respon fight or flight

Saat berada dalam situasi yang mengancam maka secara otomatis anda akan melakukan berbagai cara untuk mempertahan kan diri. respon fight or flight akan merujuk pada reaksi fisik yang dapat memicu stres mental maupun stres fisik. Sebagai respon stres sistem sarf simpatetik dalam otak akan diaktifkan sehingga terjadi pelepasan sejumlah hormon secara tiba-tiba. Sistem saraf ini menstimulasi kelenjar adrelani untuk memproduksi satecholamine. Sehingga tubuh menjadi siap siaga dalam mengambil tindakan.

Namun, produksi hormon saat tubuh tidak membutuhkannya justru akan menimbulkan beberapa masalah misalnya sesak napad dan badan terasa linu, jantung berdetak kencang, dan penumpukan lemak dalam tubuh. Meningkatkan produksi kortisol akan membuat seseorang kehilangan nafsu makan. Akibatnya produksi asam lambung pun meningkat dan membuat perut anda terasa tidak nyaman. Makanan yang anda makan terasa hambar dan tidak menggugah selera makan anda.

Sebuah studi yang dilakukan di tahun 1994 lalu mengungkapkan stres bahkan bisa saja mempengaruhi distribusi lemak, dikarenakan hormon kortisok mempromosikan pengendapan lemak khususnya pada wilayah perut anda.

Patah hati memang bukan hanya mengenai perasaan seseorang. Namun juga berpengaruh buruk terhadap kondisi kesahatan baik itu mental maupun fisik. Sebenarnya hal ini wajar namun jika gangguan kesehatan berlangsung dalam jangka panjang ada baiknya anda meminta bantuan. Jangan karena putus cinta anda tidak dapat menjalani  hidup lebih baik ke depannya.

Jika anda masih menyimpan pertanyaan atau kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di konselingpsikologi.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Linda Barbara

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vestibulum imperdiet massa at dignissim gravida. Vivamus vestibulum odio eget eros accumsan, ut dignissim sapien gravida. Vivamus eu sem vitae dui.

Recent posts

Perbedaan Antara Fobia Dengan Trauma

Perbedaan Antara Fobia Dengan Trauma Baik fobia ataupun trauma merupakan hal yang membuat seseorang merasa cemas dan ketakutan yang luar biasa. Kedua kondisi tersebut juga...

Risiko Yang Dialami Oleh Psikolog, Saat Melakukan Konseling Dengan Kliennya

Risiko Yang Dialami Oleh Psikolog, Saat Melakukan Konseling Dengan Kliennya Sama seperti pekerjaan lainnya psikolog atau tenaga profesional kesehatan mental lainnya juga memiliki risiko setiap...

Meningkatkan Kadar Hormon Dopamin Tubuh Sehingga Merasa Lebih Bahagia

Meningkatkan Kadar Hormon Dopamin Tubuh Sehingga Merasa Lebih Bahagia Dopamin merupakan zat kimiawi dalam otak yang memiliki fungsi menyimpan memori dan mengatur gerak tubuh. Saat...

Putus Cinta Menimbulkan Masalah Kesehatan, Apa Saja?

Putus Cinta Menimbulkan Masalah Kesehatan, Apa Saja? Putus cinta memang meninggalkan luka, apalagi saat anda sangat menyayangi pasangan. dunia rasanya runtuh saat anda harus berpisah...

Hal Sederhana Yang Dapat Menghilangkan Stres

Hal Sederhana Yang Dapat Menghilangkan Stres Setiap orang tentu pernahmengalami stres, entah karena beban pekerjaan yang semakin besar, bertengkar dengan kekasih, mengahadapi masalah keluarga, bahkan...

Recent comments