Home Pernikahan Faktor YangTerjadi Akibat Pernikahan Campuran, Perlukah Berkonsultasi?

Faktor YangTerjadi Akibat Pernikahan Campuran, Perlukah Berkonsultasi?

Author

Date

Category

Faktor YangTerjadi Akibat Pernikahan Campuran, Perlukah BerkonsultasiFaktor YangTerjadi Akibat Pernikahan Campuran, Perlukah Berkonsultasi?

Siapa yang tak mengenali Melani Ricardo Artis, MC dan pelawak yang khas dengan adat batak dalam dirinya. Melani memang sudah sangat sering muncul diberbagai channel di Televisi, suaranya yang khas dan loluconnya selalu menarik penonton untuk terus melihatnya. Melani resmi menikah dengan seorang bule bernama James Tyson pada tahun 2010. Dari pernikahannya mereka dikaruniai dua orang anak. Sebenarnya bukan hanya Melani saja, ada beberapa artis yang menikah dengan seorang Warga Negara Asing (WNA) lainnya. Sebut saja Laudya Chintya Bella yang menikah dengan datuk dari Malaysia, bukan hanya Bella yang menikah dengan orang asli Malaysia Bunga Citra Lestari dan Prisia Nasution juga sama. Ada juga kisan Krisdayanti dan seorang pengusaha Timur Leste Raul Lemos serta Marisa Nasution yang menikah dengan suaminya yang warga asli Singapur  Benedikt Brueggemann.

Menikah dengan warga asing bukan hanya sekedar trend atau hal yang asing lagi. Bagaimana tidak? Saat ini kita telah hidup dalam kemodernan, dimana pergi ke luar negeri adalah hal yang mudah ditambah dengan jejarin sosial media membuat orang memiliki relasi dari mana saja meskipun bukan dari negaranya. Indonesia memang Negara yang cukup banyak dikunjungi oleh warga asing entah untuk berlibur, bekerja, atau memang sengaja mencari jodoh.

Hukum pernikahan campuran berdasarkan UU Pemerintah

Pernikahan di Indonesia sebenarnya telah diatur oleh undang-undang, menurut pasal 57 – 62 UU no 1 tahun 1974 mengenai perkawinan, meyatakan beberapa unsur pernikahan, diantaranya sebagai berikut ini :

  1. Dua orang yang berkependudukan Indonesia
  2. Tunduk pada hukum yang berbeda akibat dari perkawinan beda Negara
  3. Salah satu pihak berwarganegaraan asing (WNA)
  4. Pihak lainnyaberwarga Negara Indonesia (WNI)

Pernikahan campuran di Indonesia merupakan perkawinan yang menitikberatkan pada perbedaan peraturan hukum Negara. Melaksanan pernikahan campuran di Indonesia tidak mudah kedengarannya ada beberapa dokumen dan syarat yang harus dilengkapi sebelum pelaksanaan pernikahan oleh kedua calon pengantin.

Akibat perkawinan campuran

Hubungan pernikahan yang terjalin antara dua warga Negara yang berbeda bukan berarti tidak ada akibat. Akibat dari pernikahan campuran ini sebenarnya telah dicantumkan ke dalam UU No. 2 tahun 2006 mengenai kewarganegaraan serta UU no. 6 tahun 2011 mengenai keimigrasian. Dari kedua landasan tersebut dapat disimpulkan jika akibat yang harus diterima oleh kedua pasangan pernikahan campuran adalah sebagai berikut ini :

  1. WNI atau WNA dapat memperoleh status kewarganegaraan pasangan atau kehilangan
  2. Apabila pasangan belum atau tidak mendapatkan status kewarganegaraan Indonesia, maka WNA tidak mendapatkan izin untuk tinggal.
  3. Tanpa ada perjanjian perkawinan untuk memisahkan harta gono-gini, WNI tidak mendapatkan hak atas kepemilikan tanah.

Sebenarnya dalam prakteknya warga Negara asing yang tinggal di Indonesia memiliki dokumen kewarganegaraan sementara antara lain Kitas (Kartu Ijin Tinggal Terbatas), Kitab (Kartu Ijin Tinggal Tetap), dan Faskim (Fasilitas Imigrasi). Meskipun demikian mengurus semua dokumen tersebut bukanlah hal yang mudah. Karena terkadang beberapa KUA meminta WNA untuk membuat sebuah pernyataan surat pernyataan keyakinan (jika calon pengantin non-muslim).

Konsultasi sebelum menikah

Kita memang tidak mengetahui dengan siapa kita akan dijodohkan bisa dengan teman sendiri, orang lain yang berbeda daerah atau orang asing sekalipun. Yang menjadi masalah adalah ketika paska pernikahan banyak kesulitan yang dialami oleh pasangan. Mengurus syarat pernikahan campuran memang sulit namun ada hal yang lebih sulit yaitu membangun hubungan pernikahan. Mengingat pernikahan campuran akan menjadi sorotan lingkungan sosial, pasti ada perbedaan sikap yang akan dialami oleh pasangan, ditambah dengan pola asuh untuk anaknya. Berbeda daerah saja sudah memiliki banyak perbedaan budaya, apalagi jika berbeda Negara?

Oleh karena itu untuk mengurangi kekhawatiran pasangan yang menikah campuran maka tak ada salahnya untuk melakukan konsultasi. Konsultasi yang dilakukan bertujuan agar kehidupan kedua pasangan lebih terarah. Selain itu pasangan akan lebih mudah dalam mengatur pola asuh ditengah perbedaan budaya. Alangkah baiknya jika konsultasi dapat dilakukan sebelum pernikahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Linda Barbara

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vestibulum imperdiet massa at dignissim gravida. Vivamus vestibulum odio eget eros accumsan, ut dignissim sapien gravida. Vivamus eu sem vitae dui.

Recent posts

Perbedaan Antara Fobia Dengan Trauma

Perbedaan Antara Fobia Dengan Trauma Baik fobia ataupun trauma merupakan hal yang membuat seseorang merasa cemas dan ketakutan yang luar biasa. Kedua kondisi tersebut juga...

Risiko Yang Dialami Oleh Psikolog, Saat Melakukan Konseling Dengan Kliennya

Risiko Yang Dialami Oleh Psikolog, Saat Melakukan Konseling Dengan Kliennya Sama seperti pekerjaan lainnya psikolog atau tenaga profesional kesehatan mental lainnya juga memiliki risiko setiap...

Meningkatkan Kadar Hormon Dopamin Tubuh Sehingga Merasa Lebih Bahagia

Meningkatkan Kadar Hormon Dopamin Tubuh Sehingga Merasa Lebih Bahagia Dopamin merupakan zat kimiawi dalam otak yang memiliki fungsi menyimpan memori dan mengatur gerak tubuh. Saat...

Putus Cinta Menimbulkan Masalah Kesehatan, Apa Saja?

Putus Cinta Menimbulkan Masalah Kesehatan, Apa Saja? Putus cinta memang meninggalkan luka, apalagi saat anda sangat menyayangi pasangan. dunia rasanya runtuh saat anda harus berpisah...

Hal Sederhana Yang Dapat Menghilangkan Stres

Hal Sederhana Yang Dapat Menghilangkan Stres Setiap orang tentu pernahmengalami stres, entah karena beban pekerjaan yang semakin besar, bertengkar dengan kekasih, mengahadapi masalah keluarga, bahkan...

Recent comments